Numpang jualan gan..
DRAGON MOTOR SPEED
Harga khusus Karburator buat N250 : Keihin CR 33 Sudco
Rp. 7.5 juta (persediaan terbatas)
dan
Kaliper brembo 4 piston + master rem radial brembo + tabung original
Rp. 4,5 juta (Bonus breket dan pasang untuk customer yang datang langsung)
bisa diantar juga klo mw liat gambar klik di link berikut ini
http://www.dragonmotorspeed.com/
Hubungi :
Dragon Motor Speed
Pamor Jalan Kyai Maja no 63 kebayoran baru jakarta selatan
(deket taman puring ato samping kejaksaan negeri jak-sel)
lantai dasar blok C no 9-18
Telpon : 083184445619
makasih gan.. sukses semuanya...
Selasa, 20 September 2011
YAMAHA MIO DRAG BIKE MODIFICATION
the MIO suspension is canalized to pass keihin perannun 28 that installed 115 with pilot 45. the result, quicker energy at rpm on it but cover acceleration under hind gear wheel.
SPEK KOREKAN:
SILINDER HEAD: POTONG 0,5mm
SILINDER: POTONG 0,8mm
KLEP: SONIC
PISTON: IZUMI
CDI: BRT MASTER CHIP
KARBU: PE 28
MAIN JET: 115
PILOT JET: 45
YAMAHA VEGA R DRAG BIKE MODIFICATION
YAMAHA VEGA R DRAG MODIFICATION with "karbu gambot" big. belong in suzuki satria that fighting in class category "BEBEK 4 TAK s/d 125cc".
such as those which done tunner potential origin klaten, via carburetor use keihin pj 34mm. logically, with ware application that have a duty to channel fuel mixture and air, so mobile gas volume is ascertained solider crawls.
SPEK KOREKAN:
SILINDER HEAD: 1,3 mm
KLEP: TK
KARBURATOR: MIKUNI
KNALPOT: AHRS
PISTON: TRIM SHOGUN
CDI: ORSI
MAGNET: ORSI
KOIL: YAMAHA KX 80
Senin, 19 September 2011
Setting Karburator Motor Berdasarkan Warna Kepala Busi.
Hal yang paling mudah untuk melihat pas atau tidaknya setingan sepeda motor kita adalah dengan melihat warna kepala busi, dan tentu saja feeling dari mekanik ataupun pemakainya.
Jika kepala busi berwarna (dan berkerak) hitam pekat, tandanya adalah setingan karburator terlalu boros (basah) atau juga ada kemungkinan terjadi kebocoran kecil diruang bakar, sehingga ada oli mesin yang ikut terbakar walaupun tidak sampai mengeluarkan asap dari kenalpot (untuk kendaraan 4-tak tentunya).
Jika kepala busi berwarna agak keputihan, tandanya adalah setingan karburator terlalu irit (kering). Kondisi ini bahkan dapat mengakibatkan over heat.
Setingan yang pas adalah jika kepala busi berwarna coklat kemerahan atau mekanik biasa menyebutnya ‘merah bata’. Setingan yang pas dapat membuat tunggangan memuntahkan tenaga secara maximal dan juga efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Untuk motor standar, setingan yang dilakukan biasanya hanya seputar menyeting setelan angin karburator dan mengatur ketinggian jarum skep tanpa perlu mengganti ukuran spuyer maupun merubah batas ketinggian pelampung.
Agak berbeda jika kendaraan tersebut digunakan di daerah yang beriklim khusus (misal terlalu panas seperti di daerah pesisir, atau terlalu dingin seperti di daerah pegunungan) penggantian spuyer dan mengatur ulang ketinggian pelampung, lumrah untuk dilakukan.
Setingan motor umumnya berubah karena usia pakai kendaraan, yaitu karena berubahnya struktur komponen dalam bagian pengkabutan dan pengkompresian bahan bakar menjadi tenaga, seperti celah (gap) piston yang mulai melebar, kerapatan klep yang mulai menurun dan lain sebagainya.
Setingan motor juga dapat berubah jika kita melakukan modifikasi di bagian mesin kendaraan, baik modifikasi kecil seperti penggantian kenalpot, maupun modifikasi besar seperti modifikasi noken as (camshaft – kem), bore-up, penggantian ukuran payung klep, naik stroke (naik bandul) dan lain sebagainya.
Yang juga dapat mempengaruhi perubahan setingan karburator yaitu penggunaan bahan bakar. Jika kendaraan tersebut biasanya menggunakan premium (oktan 82) lalu beralih menggunakan pertamax (oktan 92) sebagai bahan bakar utamanya, maka umumnya mekanik melakukan reseting ringan di bagian setelan angin karburator.
Untuk penggunaan kendaraan dengan aktifitas tertentu, biasanya mekanik memberlakukan sedikit toleransi untuk setingan karburator.
Misalkan kendaraan tersebut biasa digunakan untuk mengantar barang di Ibu Kota dan ‘harus’ sering menemui kemacetan yang menggila, maka mekanik biasanya sedikit ‘mengabaikan’ patokan warna busi tersebut. Karena jika kondisi seperti itu, setingan yang biasanya pas (busi berwarna merah bata) dapat berubah menjadi menjadi kering keputihan dan dapat mengakibatkan over heat. Maka untuk meminimalisir hal tersebut, mekanik biasanya memberikan setingan yang sedikit lebih basah dari biasanya, untuk meminimalisir terjadi kerusakan komponen di bagian ‘mesin atas’ karena over heat.
Toleransi tersebut juga terjadi di lintasan balap. Umumnya mekanik memberikan setingan kering (busi berwarna merah bata) di sirkuit sentul (walau kondisi sangat cerah dan cukup panas) karena kondisi tersebut bisa berubah sewaktu-waktu menjadi hujan. Dan akan sangat merugikan bila menggunakan setingan basah disaat hujan.
Hal di atas umumnya dilakukan sebaliknya jika bertanding di sirkuit kenjeran park surabaya, karena cuaca sangat panas yang disebabkan kondisi di daerah pesisir, umumnya mekanik memberikan setingan yang cukup basah karena dikhawatirkan kendaraan tidak mampu melaju sampai ke putaran (lap) terakhir jika diberikan setingan yang pas.
Rawat kendaraan kita dengan baik, agar tetap bertenaga dan irit bahan bakar.
referensi :
tabloid motor plus.
my experience.
Jika kepala busi berwarna (dan berkerak) hitam pekat, tandanya adalah setingan karburator terlalu boros (basah) atau juga ada kemungkinan terjadi kebocoran kecil diruang bakar, sehingga ada oli mesin yang ikut terbakar walaupun tidak sampai mengeluarkan asap dari kenalpot (untuk kendaraan 4-tak tentunya).
Jika kepala busi berwarna agak keputihan, tandanya adalah setingan karburator terlalu irit (kering). Kondisi ini bahkan dapat mengakibatkan over heat.
Setingan yang pas adalah jika kepala busi berwarna coklat kemerahan atau mekanik biasa menyebutnya ‘merah bata’. Setingan yang pas dapat membuat tunggangan memuntahkan tenaga secara maximal dan juga efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Untuk motor standar, setingan yang dilakukan biasanya hanya seputar menyeting setelan angin karburator dan mengatur ketinggian jarum skep tanpa perlu mengganti ukuran spuyer maupun merubah batas ketinggian pelampung.
Agak berbeda jika kendaraan tersebut digunakan di daerah yang beriklim khusus (misal terlalu panas seperti di daerah pesisir, atau terlalu dingin seperti di daerah pegunungan) penggantian spuyer dan mengatur ulang ketinggian pelampung, lumrah untuk dilakukan.
Setingan motor umumnya berubah karena usia pakai kendaraan, yaitu karena berubahnya struktur komponen dalam bagian pengkabutan dan pengkompresian bahan bakar menjadi tenaga, seperti celah (gap) piston yang mulai melebar, kerapatan klep yang mulai menurun dan lain sebagainya.
Setingan motor juga dapat berubah jika kita melakukan modifikasi di bagian mesin kendaraan, baik modifikasi kecil seperti penggantian kenalpot, maupun modifikasi besar seperti modifikasi noken as (camshaft – kem), bore-up, penggantian ukuran payung klep, naik stroke (naik bandul) dan lain sebagainya.
Yang juga dapat mempengaruhi perubahan setingan karburator yaitu penggunaan bahan bakar. Jika kendaraan tersebut biasanya menggunakan premium (oktan 82) lalu beralih menggunakan pertamax (oktan 92) sebagai bahan bakar utamanya, maka umumnya mekanik melakukan reseting ringan di bagian setelan angin karburator.
Untuk penggunaan kendaraan dengan aktifitas tertentu, biasanya mekanik memberlakukan sedikit toleransi untuk setingan karburator.
Misalkan kendaraan tersebut biasa digunakan untuk mengantar barang di Ibu Kota dan ‘harus’ sering menemui kemacetan yang menggila, maka mekanik biasanya sedikit ‘mengabaikan’ patokan warna busi tersebut. Karena jika kondisi seperti itu, setingan yang biasanya pas (busi berwarna merah bata) dapat berubah menjadi menjadi kering keputihan dan dapat mengakibatkan over heat. Maka untuk meminimalisir hal tersebut, mekanik biasanya memberikan setingan yang sedikit lebih basah dari biasanya, untuk meminimalisir terjadi kerusakan komponen di bagian ‘mesin atas’ karena over heat.
Toleransi tersebut juga terjadi di lintasan balap. Umumnya mekanik memberikan setingan kering (busi berwarna merah bata) di sirkuit sentul (walau kondisi sangat cerah dan cukup panas) karena kondisi tersebut bisa berubah sewaktu-waktu menjadi hujan. Dan akan sangat merugikan bila menggunakan setingan basah disaat hujan.
Hal di atas umumnya dilakukan sebaliknya jika bertanding di sirkuit kenjeran park surabaya, karena cuaca sangat panas yang disebabkan kondisi di daerah pesisir, umumnya mekanik memberikan setingan yang cukup basah karena dikhawatirkan kendaraan tidak mampu melaju sampai ke putaran (lap) terakhir jika diberikan setingan yang pas.
Rawat kendaraan kita dengan baik, agar tetap bertenaga dan irit bahan bakar.
referensi :
tabloid motor plus.
my experience.
Modifikasi Motor untuk Pemula
Banyak di antara kita yang suka modifikasi motor (modif), namun banyak pula yang tidak. Rata-rata yang mengaku suka malah menjadikan hobi. Bahkan banyak pula yang akhirnya jadi maniak modif. Sebaliknya, yang tidak senang modif menganggap modif berbahaya dan menimbulkan biaya lebih (boros).
Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modif karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.
Karena itu, yang penting dari modifikasi adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.
Lebih aman karena modifikasi yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modif, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai asesori maupun piranti body, ajrutan, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.
Tentu saja modif butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya….
So, kata kuncinya adalah modif ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.
Siapa yang tidak kepincut dengan motor modif ala MV Agusta F4+Yamaha R1 di edisi ini? Jika Anda tertarik modif, mulailah sekarang. Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.
Silahkan mencoba!
Contoh modifikasi edisi ini:
Model: MV Agusta F4+Yamaha R1
Aliran: Sport
Motor: Tiger 2000
Sok depan: Up-side down eks Cagiva Mito
Swingarm: Honda CBR400
Disk depan: Yamaha TZR125
Pelek dpn: Yamaha TZR125, 2,75-17
Pelek blkg: Yamaha TZR125, 3,50-17
Ban: Battlax, 100/80-17, 130/70-17
Footstep: Kawasaki Ninja
Knalpot: Karbon
Properti: Abrar Fitra
Catatan:
Artikel ini saya tulis pertama kali untuk DETIC di http://detic.honda-tiger.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=94
Sumber foto: www.motorplus-online.com dan www.honda-tiger.or.id
Nyatanya, hampir-hampir semua motor sudah mengalami modifikasi sedikit atau banyak. Mungkin orang tidak menyadari telah melakukan modif karena tampilan motor masih standar. Padahal sejumlah item telah mengalami perubahan. Ganti busi yang lebih kuat, ganti stang yang lebih nyaman, ganti model lampu yang lebih cakep dan terang adalah modif sederhana.
Karena itu, yang penting dari modifikasi adalah tujuan dan fungsinya. Tujuan modifikasi yang baik adalah meningkatkan kinerja dan tampilan motor sehingga lebih aman, nyaman, cepat, dan gaya.
Lebih aman karena modifikasi yang baik akan menggunakan alat yang biasanya after market atau limbah copotan motor import yang kualitasnya lebih baik. Lebih cepat karena dengan modifikasi, baik kapasitas mesin bisa dimaksimalkan, atau kemampuan pengendalian (handling) lebih dioptimalkan. Nah, terutama ini: lebih gaya. Dengan modif, tampilan standar ga lagi culun. Perpaduan berbagai asesori maupun piranti body, ajrutan, cat, dsb, bisa membuat motor benar-benar menarik: lebih macho atau manis, tergantung selera.
Tentu saja modif butuh biaya. Tapi seperti slogan lama “there is something money can’t buy”. Kepuasan adalah segalanya….
So, kata kuncinya adalah modif ringan, sedang, berat, dan ekstrem. Tinggal pilih sesuai selera dan kantong.
Siapa yang tidak kepincut dengan motor modif ala MV Agusta F4+Yamaha R1 di edisi ini? Jika Anda tertarik modif, mulailah sekarang. Tapi awas, sekali mencoba takkan berakhir sampai motor dijual.
Silahkan mencoba!
Contoh modifikasi edisi ini:
Model: MV Agusta F4+Yamaha R1
Aliran: Sport
Motor: Tiger 2000
Sok depan: Up-side down eks Cagiva Mito
Swingarm: Honda CBR400
Disk depan: Yamaha TZR125
Pelek dpn: Yamaha TZR125, 2,75-17
Pelek blkg: Yamaha TZR125, 3,50-17
Ban: Battlax, 100/80-17, 130/70-17
Footstep: Kawasaki Ninja
Knalpot: Karbon
Properti: Abrar Fitra
Catatan:
Artikel ini saya tulis pertama kali untuk DETIC di http://detic.honda-tiger.or.id/index.php?name=News&file=article&sid=94
Sumber foto: www.motorplus-online.com dan www.honda-tiger.or.id
Langganan:
Komentar (Atom)




